1. Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik: Cuci muka minimal 5 kali sehari, yaitu dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo’a.
2. Untuk menghilangkan stress (salah satu penyebab kerut di wajah) : Perbanyaklah ‘olah raga’. Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dan lain-lain. Cukup dengan memperbanyak sholat. Dengan sholat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu -Allah SWT dengan dzikir dan do’a-.
3. Untuk pelembab, agar awet muda: Gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri, kamu adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan ‘kata kunci’ setiap bercermin: “Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii” (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaq ku). (HR Ahmad).
4. Untuk mendapatkan bibir cantik: Bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakai menyombongkan diri atau takabur.
5. Agar tubuh langsing: Lakukan diet yang teratur yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.
6. Untuk mengembangkan diri: Sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.
Semoga bermanfaat dan berhasil ya, insya Allah :)
Selasa, 26 Februari 2013
10 Kebiasaan yang dapat Merusak Otak
Ternyata otak bisa rusak karena hal-hal berikut ini..
1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.
4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak
5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.
6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.
8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.
9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
Yuk kita jaga otak kita biar gak cepet rusak..
sumber:beritaunik
PS: Jika info ini bermanfaat silakan di Share dan Bantu Kisah Nyata Terbaru berkembang untuk bisa menyebarkan informasi yang bermanfaat
1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.
4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak
5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.
6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.
8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.
9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
Yuk kita jaga otak kita biar gak cepet rusak..
sumber:beritaunik
PS: Jika info ini bermanfaat silakan di Share dan Bantu Kisah Nyata Terbaru berkembang untuk bisa menyebarkan informasi yang bermanfaat
## 2 Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak Pemeliharaan Ibunya Yang Sudah Tua Renta Hingga ke Pengadilan. ##
##
2 Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak
Pemeliharaan Ibunya Yang Sudah Tua Renta Hingga ke Pengadilan. ##
(Bacalah, kisah yang amat mengharukan)
Di salah 1 pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdiri Hizan al
Fuhaidi dg air mata yg bercucuran shg membasahi janggutnya,,!! Knp? Krn
ia kalah terhadap perseteruannya dg saudara kandungnya!!
Tentang apakah perseteruannya dg saudaranay?? Ttng tanah kah?? atau warisan yg mereka saling perebutkan??
Bkn krn itu semua!! Ia kalah terhdp saudaranya terkait pemeliharaan
ibunya yg sdh tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah
di jarinya yg tlh keriput,,
Seumur hidupnya, beliau tinggal dg Hizan yg selama ini menjaganya,,
Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain,
utk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dng alasan, fasilitas
kesehatan dll di kota jauh lbh lengkap drpd di desa,,
Namun
Hizan menaolak dg alasan, selama ini ia mampu utk menjaga ibunya.
Perseteruan ini tdk berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke
pengadilan!!
Sidang demi sidang dilalui,, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis..
Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sdh tua renta yg beratnya sdh tdk sampai 40 Kg!!
Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lbh berhak tinggal bersamanya.
Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun mnjawab , sambil
menunjuk ke Hizan, “Ini mata kananku!”
kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, “Ini mata kiriku!!
Sang Hakim brpikir sejenak kmudian memutuskan hak kpd adik Hizan, brdasar kemaslahatan2 bagi si ibu!!
Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!!
Air mata penyesalan krn tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau tlh menginjak usia lanjutnya!!
Dan, betapa trhormat dan agungnya sang ibu!! yg diperebutkan oleh anak2nya hingga seperti ini,,!!
Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua
putranya hingga ia mnjdi ratu dan mutiara termahal bagi anak2nya!!
Ini adalah pelajaran mahal ttng berbakti,, tatkala durhaka sudah menjadi budaya,,
“Ya ALLAH, Tuhan kami!! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan
berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!!”
Aaamiiinn!!!
Kamis, 14 Februari 2013
20 Fakta mengejutkan dibalik Valentine
Hari istimewa yang selalu dinanti semua pasangan ini selalu identik dengan coklat, warna pink, bunga atau kartu ucapan. Ternyata banyak fakta mengejutkan dibalik hari yang jatuh tiap tanggal 14 Februari ini. Intip yuk!
- 90% Warga Kanada akan membeli hadiah untuk pasangan mereka pada Hari Valentine.
- 51% Pasangan ingin merayakan Valentine dengan makan malam romantis.
- 67% Pria dan wanita lajang berani melakukan kencan pertama pada Valentine.
- 73 persen orang yang membeli bunga untuk Hari Valentine adalah laki-laki, sementara hanya 27 persen adalah perempuan.
- 15 persen perempuan di Amerika mengirim sendiri bunga di Hari Valentine.
- Selain Amerika, Hari Valentine dirayakan di Kanada, Meksiko, Inggris, Perancis, Australia, Denmark dan Italia.
- Hadiah yang paling fantastis cinta adalah Taj Mahal di India. Taj Mahal dibangun oleh Kaisar Mughal Shahjahan sebagai peringatan kepada istrinya.
- Setiap Hari Valentine, kota Italia Verona, di mana pecinta Shakespeare Romeo dan Juliet hidup, menerima sekitar 1.000 surat yang ditujukan kepada Juliet.
- # 1 hadiah pilihan untuk Hari Valentine adalah cokelat.
- Pada tahun 1800-an dokter umum menyarankan pada pasien yang patah hati untuk makan cokelat, karena dapat mengklaim rasa sakit mereka. Sampai hari ini, banyak wanita menemukan kenyamanan dalam sekotak coklat ketika berhadapan dengan patah hati.
- Richard Cadbury menghasilkan kotak pertama cokelat untuk Hari Valentine di tahun 1800-an.
- Lebih dari 35 juta berbentuk hati kotak cokelat akan dijual untuk Hari Valentine.
- 65% Pasangan memanggil nama hewan peliharaan dengan sebutan Sayang, Babe dan Honey.
- Sekitar 3 persen dari pemilik hewan peliharaan akan memberikan hadiah Hari Valentine untuk hewan peliharaan mereka.
- 220.000 adalah jumlah rata-rata proposal pernikahan pada Hari Valentine setiap tahun.
- Sekitar 145 juta kartu Valentine dikirimkan di AS setiap tahun menurut Asosiasi Kartu Ucapan AS. Hal tersebut merupakan pengiriman kartu terbesar kedua setelah Natal dengan 1,6 miliar unit, dan diikuti oleh Hari Ibu dengan 133 juta unit.
- Perempuan membeli sekitar 85 persen dari semua kartu valentine.
- Sebuah jajak pendapat terbaru menemukan bahwa satu dari sepuluh orang dewasa mengaku merasa kesepian, tidak aman, depresi, atau yang tidak menginginkan Hari Valentine.
- 40% orang memiliki perasaan negatif terhadap Hari Valentine.
- Kartu Hari Valentine pertama dikirim oleh Charles, Duke of Orleans, kepada istrinya ketika ia sedang dipenjarakan di Menara London. Dia tetap menjadi tawanan perang selama dua puluh empat tahun ke depan
Sudah siap menyambut Valentine? Jadikan moment tersebut menjadi hari yang tak terlupakan dengan orang-orang yang Anda cintai. Happy Valentine's Day!
Rabu, 06 Februari 2013
Mukjizat Cinta Seorang Istri
Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya. Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.
Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat
kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.
Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.
Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.
Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.
Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”
Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.
Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.
Sang suami menuturkan, “Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku.”
Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.
Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.
Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.
Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.
Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah. Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”.
Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat
kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.
Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.
Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.
Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.
Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”
Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.
Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.
Sang suami menuturkan, “Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku.”
Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.
Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.
Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.
Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.
Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah. Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”.
Rabu, 23 Januari 2013
Hargailah Ibu dan Ayah Selagi Mereka Masih Hidup
Bismillahir Rohmaanir Rohim & Assalamualaikum buat sahabatku.
Anak adalah anugerah yang tidak ternilai yang di amanahkan oleh Allah kepada setiap pasangan hidup yang bergelar suami isteri. Anak juga merupakan lambang kekuatan dan nadi dalam kehidupan sesebuah keluarga. Anak juga adalah bekalan yang paling bernilai selepas kematian kita. Antara perkara yang boleh di bawa ke alam kubur adalah doa anak-anak yang soleh. Itu lebih mahal dan lebih berharga daripada jutaan wang ringgit. Namun sejauh manakah seseorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya?
Anak Di Kala Kecil…
Sembilan bulan 10 hari. Itulah tempoh masa bagi seseorang ibu untuk bersama dengan kandungannya. Berbagai dugaan yang terpaksa ditempuhi semasa mengandung. Dengan alahannya, dengan emosinya yang tak menentu, namun si ibu sabar dan kuat menempuh hari-hari bermakna bersama kandungannya. Si ayah pula sentiasa menjadi yang terbaik dalam member layanan. Si ibu lenguh betis, si ayah setia mengurut sampaikan terlena si isteri menikmati urutan si ayah. Si ayah sanggup berkorban tempat tidur apabila si ibu tak sanggup dengan bau badan si ayah. Akibat dari alahan mengandung. Begitu besar pengorbanan ibu dan ayah.
Semasa dalam proses pembesaran anak ditantang bagaikan minyak yang penuh. Siang malam ibu dan ayah menjaga serta memastikan anaknya mendapat layanan yang terbaik. Setiap tangisan anak segera dipujuk dan dibelai agar si anak tidak merasa tersisih. Walaupun terpaksa mengetepikan kepentingan peribadi demi memenuhi setiap keperluan si anak. Namun waktu tu, kita tidak pernah mengerti betapa mahalnya nilai kasih sayang ibu dan ayah berikan. Andai di saat itu kita mengerti, mesti tidak wujud cerita si tanggang. Tidak wujud juga cerita batu belah batu bertakup.
Hebatnya aturan Allah. Sampai saat ni, kita masih tidak mengetahui akan jalan cerita kehidupan di waktu bayi dahulu. Melainkan ibu dan ayah yang berkongsi bercerita. Sekali sekala ibu dan ayah mengungkit kisah-kisah kehidupan kita yang lampau, memang mengukirkan senyuman. Tidak hairanlah ada diantara adik beradik kita yang terbahak-bahak dengan kenakalan kita waktu kecil dahulu. Di saat itu baru lah kita mengetahui, betapa kasih dan sayangnya ibu pada kita.
Anak Di Kala Mengenal Alam Persekolahan…
Waktu begitu pantas seiring dengan pembesaran si anak. Tidak ada seorang ibu bapa pun yang mahu melihat anaknya gagal dalam hidup. Kesemuanya mahukan anak mereka berjaya. Tidak kiralah berjaya di dunia mahupun di akhirat, semuanya mengimpikan masa depan yang cerah buat anak kesayangan mereka. Dikala si anak memasuki alam persekolahan, kebimbangan ibu dan ayah mulai dirasai. Bagi mereka yang pendapatan agak baik, mungkin kurang dirasai. Tetapi sebaliknya bagi mereka yang berpendapatan sederhana. Mengimbau kembali kenangan ibu dan ayah di masa lalu, terasa akan linangan air mata ini mengalir.
Hujan mahupun panas, si ayah dan si ibu gigih bekerja demi mencari pendapatan untuk menampung kos pembelajaran si anak. Besarnya pengorbanan seorang ibu dan ayah. Semasa di bangku sekolah rendah, pernah tak kita terfikir akan setiap kegigihan ibu dan ayah dalam menyara kos pembelajaran kita? Bagi aku sendiri, aku tak pernah rasainya. Hebatnya ibu dan ayah. Sesekali tidak pernah merungut akan penatnya mencari rezeki. Senyuman sentiasa diukir agak si anak terus ceria menikmati suasana kehidupan yang serba kekurangan. Hebatnya ibu dan ayah waktu itu.
Anak Seusia 20-an…
Anak yang dulunya seorang budak hingusan kini telah bergelar seorang remaja. Remaja yang bakal mencorak arah tuju hidupnya sendiri. Di alam ni, si anak banyak mengguriskan perasaan ibu dan ayah mereka. Maklumla darah anak muda. Pantang diusik mesti melenting. Masa ni ibu dan ayah mungkin merasa yang mereka gagal mendidik kita dengan baik. Sedangkan mereka telah melakukan tanggungjawab dengan baik. Begitu sempurna sekali sehinggakan kita terlupa akan pengorbanan dan jerit perih yang mereka tanggung selama ini. Setakat mana sangat marah kita pada ibu dan ayah.
Indahnya hidup ini jika setiap langkah kita di iringi dengan nasihat dari kedua orang tua untuk dijadikan panduan dalam menempuh hari-hari mendatang. Sehebat mana kah kita sampai lupa akan pengorbanan ibu dan ayah dalam membesarkan kita. Berjayanya kita dalam hidup ini berpunca daripada kerestuan ibu dan ayah. Hebatnya ibu dan ayah. Sejahat mana pun kita, ibu dan ayah tetap mendoakan yang terbaik untuk kita.
Tiap yang hidup pastinya akan mati. Memang begitulah percaturan kehidupan. Satu masa nanti, kita pasti kembali pada sang pencipta. Begitulah juga kehidupan ibu dan ayah. Sementara mereka masih bersama kita, berbaktilah sebanyak yang mungkin untuk mereka. Hargailah setiap pegorbanan yang telah mereka curahkan agar mereka rasa aman setelah menghembuskan nafas terakhir. Agar mereka merasai yang mereka telah pun berjaya mendidik kita dengan baik.
Kita juga akan melalui perkara yang sama. Akan melalui pengalaman menjadi seorang ibu, pengalaman menjadi seorang ayah. Di waktu itu, barulah kita sedar. Sukarnya memegang amanah dan tanggungjawab sebagai ibu dan ayah. Mungkin kesusahan yang kita rasa sekarang ini tidak sama dengan kesusahan yang telah ditanggung ibu dan ayah. Hargailah mereka selagi mereka masih berada di dunia ini.
sumber : cahayacinta.com
Persiapan Menyambut Calon Buah Hati
Bukan hanya para bunda yang mengalami kecemasan pasca hadirnya si buah hati, para ayah pun ternyata terkadang mengalami kecemasan akan peran baru mereka. Namun jangan kuatir, kebersamaan dengan si kecil akan mengatasi kecemasan Anda.
Bagi Anda para ayah, mungkin bertanya-tanya, mengapa saya tidak merasakan perasaan seperti yang dirasakan istri saya terhadap si kecil? Apakah si kecil menyukai saya? Apakah saya bisa menjadi seorang ayah yang baik? Apakah saya bisa memenuhi kebutuhan finansial keluarga? Atau Anda mungkin merasa stres karena rutinitas dan kebiasaan Anda dan istri menjadi berbeda.
Jangan khawatir, para ayah biasanya membangun hubungan dengan si kecil dengan cara mereka sendiri. Memang pada awalnya, munkin akan sulit mendapatkan respon dari si kecil. Namun jangan putus asa dan berkecil hati karenanya. Lambat laun, si kecil akan memberikan senyum dan anggukan kepalanya kepada Anda.
Tahun-tahun pertama memang biasanya ibu yang menjadi fokus perhatian si kecil. Namun Anda bisa memanfaatkan momen bermain di taman hiburan dengan si kecil untuk mempererat hubungan Dan ketika Anda dipusingkan dengan urusan popok, susu, dan makanan, ambillah peran ayah di taman bermain. Pastinya itu akan lebih melegakan dan menyenangkan untuk ayah.
Kadang muncul juga ketakutan dari para ayah apakah bisa menjadi seorang ayah yang baik? Takut kalau-kalau melakukan kesalahan sebagai seorang ayah. Itu adalah hal yang sangat alami. Yang pastinya, niat Anda menjadi seorang ayah yang baik harus cukup kuat. Temukan dulu, Anda ingin menjadi seorang ayah yang seperti apa? Ayah yang baik bukan berarti ayah yang sempurna.
Siap pada perubahan
Yang pastinya, memiliki anak berarti Anda harus siap kehilangan sedikit perhatian dari istri Anda. Seringkali para ayah merasa cemburu dengan si kecil karena perhatian yang diberikan istri kepada suami menjadi berkurang dan perhatian tersebut dilimpahkan kepada si kecil yang baru hadir. Inilah salah satu persiapan mental seorang ayah, agar tidak stres ketika si kecil hadir.
Sumber stres dan depresi seorang ayah juga bisa muncul karena Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup dan harus menghadapi ritual yang berbeda, seperti membantu mengganti popok dan memberi makan, di samping pekerjaan Anda sehari-hari.
Kecemasan dan ketakutan memang merupakan hal yang wajar yang dialami ayah baru, terutama ketika istri tidak lagi bisa terlalu fokus pada kebutuhan Anda. Kecemasan akan peran sebagai ayah, perlindungan terhadap si kecil, pendidikannya kelak, masalah keamanan finansial, dan sebagainya, sangat mungkin terjadi.
Dan membangun hubungan antara ayah dengan anak memang membutuhkan proses, tidak secara instan. Jadi Anda harus bersabar dan teruslah mendampingi si kecil ketika ia membutuhkan Anda.
Persiapan Menjadi Orang Tua
Tidak ada yang mengatakan secara detil, tantangan dan masalah yang Anda hadapi setelah punya anak. Tetapi yang mutlak dimiliki calon ayah dan ibu: kesiapan psikologis dan mental.
Ingin segera punya anak setelah menikah, tentu tak ada yang melarang. Tetapi tahukah Anda, punya anak bukan sesuatu yang mudah! Banyak pasangan suami-istri kaget, “syok” dan terpana ketika impian untuk hamil terwujud, tetapi jauh dari indahnya mimpi.
Kesiapan mental dan psikologis jadi modal utama calon ayah dan ibu yang ingin punya anak. Bahkan, jauh sebelum kehamilan terjadi, calon ayah dan ibu harus benar menyadarai lebih dulu hakikat, konsekuensi dan makna kehadiran anak di dalam keluarga.
Tanggung jawab seumur hidup. Menjadi ayah dan ibu bukanlah urusan yang berkaitan dengan tradisi turun-temurun, urusan pribadi atau status sosial semata. Menjadi orang tua adalah sebuah “profesi”. Ketika anak hadir, maka ada peran baru untuk Anda dan pasangan . Ada tanggung jawab baru. Anak adalah komitmen seumur hidup yang wajib Anda asuh, sayang, dan lindungi bersama pasangan. Pastilah Anda dan pasangan sempat “grogi” saat menyadari akan punya tanggung jawab baru. Tapi tak usah berkecil hati, apalagi kurang pede jadi ayah dan ibu. Ada banyak hal menyenangkan dan memuaskan dengan hadirnya anak dalam keluarga.
Pasti ada perubahan. Apa yang berubah jika anak akan hadir? Tentu saja calon ibu hamil, dan calon ayah pun bersiap menjadi ayah sungguhan! Perubahan sudah pasti terjadi akibat kehamilan ibu dan persiapan ayah menyiapkan semua fasilitas untuk menyambut bayi. Untuk calon ibu, siapkah Anda menghadapi perubahan bentuk tubuh yang ‘luar biasa’? Tak jarang perubahan bentuk tubuh cenderung memengaruhi citra diri ibu. Tantangan lain, dalam kondisi hamil, calon ibu menjadi sangat peka, dan cenderung tidak percaya diri terhadap perubahan bentuk tubuh.
Buat calon ayah, bersiaplah hadapi perubahan sikap dan suasana hati ibu hamil. Sejak awal, bahaslah kemungkinan terjadinya hal ini agar masing-masing berusaha mencari cara tepat untuk mengatasi jika masalah semacam ini terjadi. Dukungan calon ayah sangat diperlukan terkait dengan perubahan bentuk tubuh calon ibu. Yakinkan calon ibu, berbagai perubahan itu hanya bersifat sementara dan demi kesehatan serta tumbuh-kembang janin.
Tantangan ketika anak hadir di tengah Anda dan pasangan tentu saja masih berderet. Tak perlu cemas dan khawatir Ayah dan Bunda! Selama Anda berdua selalu terbuka, saling mendukung dan siap secara psikologis-mental, semua masalah pasti akan dihadapi dan bisa diatasi bersama!
8 Persiapan Calon Ayah Jelang Persalinan
Calon ayah yang kurang persiapan biasanya menghadapi proses persalinan dengan perasaan tak menentu dan cenderung stres. Berikut delapan persiapan yang perlu dilakukan calon ayah agar siap mendampingi calon ibu menghadapi persalinan:
1. Rajin membaca atau mencari info segala sesuatu yang berhubungan dengan proses persalinan sejak jauh hari.
2. Ketika mendampingi istri periksa kehamilan, tanyakan kepada dokter segala sesuatu yang ingin diketahui mengenai proses persalinan.
3. Siapkan segala perlengkapan untuk melahirkan. Bantu calon ibu menyiapkan segala kebutuhan jelang persalinan.
4. Bila ingin mendampingi istri saat persalinan, pastikan si calon ayah kuat melihat darah. Karena tak sedikit calon ayah yang menjadi pucat pasi bahkan hampir pingsan karenanya.\
5. Tenangkan istri dan jangan ikut panik. Bila ikut panik, sebaiknya calon ayah menunggu di luar ruangan persalinan saja.
6. Proses kelahiran anak pertama bisa memakan waktu, sekitar 12-14 jam. Jadi hindari perilaku yang cenderung mendesak bidan atau dokter.
7. Tetap dampingi istri saat proses "penjahitan" selesai dilakukan dokter. Dari pengalaman, banyak suami langsung meninggalkan istri begitu bayi lahir.
8. Jangan lupa beri reward pada istri berupa ciuma di kening, ketika bayi lahir, sebagai tanda sayang dan terima kasih bahwa buah cinta kasih telah lahir dengan sehat dan selamat.
1. Rajin membaca atau mencari info segala sesuatu yang berhubungan dengan proses persalinan sejak jauh hari.
2. Ketika mendampingi istri periksa kehamilan, tanyakan kepada dokter segala sesuatu yang ingin diketahui mengenai proses persalinan.
3. Siapkan segala perlengkapan untuk melahirkan. Bantu calon ibu menyiapkan segala kebutuhan jelang persalinan.
4. Bila ingin mendampingi istri saat persalinan, pastikan si calon ayah kuat melihat darah. Karena tak sedikit calon ayah yang menjadi pucat pasi bahkan hampir pingsan karenanya.\
5. Tenangkan istri dan jangan ikut panik. Bila ikut panik, sebaiknya calon ayah menunggu di luar ruangan persalinan saja.
6. Proses kelahiran anak pertama bisa memakan waktu, sekitar 12-14 jam. Jadi hindari perilaku yang cenderung mendesak bidan atau dokter.
7. Tetap dampingi istri saat proses "penjahitan" selesai dilakukan dokter. Dari pengalaman, banyak suami langsung meninggalkan istri begitu bayi lahir.
8. Jangan lupa beri reward pada istri berupa ciuma di kening, ketika bayi lahir, sebagai tanda sayang dan terima kasih bahwa buah cinta kasih telah lahir dengan sehat dan selamat.
Cara Memutihkan Kulit Wajah Secara Alami
Kali ini kami akan berbagi Cara Memutihkan Kulit Wajah Secara Alami. Mungkin sobat terkadang bingung dengan kulit wajah yang kusam dan lebih cenderung hitam tidak mau putih padahal sobat sudah mencoba berbagai produk kecantikan.
Cara Memutihkan Kulit Wajah Secara Alami. mungkin sobat bisa mencoba Cara Memutihkan Kulit Wajah Secara Alami, Selain sehat sobat juga bisa mendapatkan keputihan alami dari wajah sobat. Selain itu, kulit yang putih konon bisa membuat orang lain melupakan kekurangan Anda yang lain. Adapun cara memutihkan kulit sangat berfariasi sekali.
Anda yang berkulit gelap, sebenarnya juga bisa mendapatkan kulit wajah yang lebih cerah, bersih, dan sehat, meskipun tak lantas menjadi putih. Sedangkan untuk Anda yang sudah berkulit putih atau kuning langsat namun tak sempat merawat wajah karena kesibukan, ada cara yang mudah untuk mencerahkan kulit wajah Anda secara alami.
- Chamomile.
Chamomile memang biasa dijadikan teh. Namun bunga ini bisa berfungsi sebagai bahan alami untuk mencerahkan kulit wajah. Chamomile juga memiliki banyak kandungan untuk mengatasi mata yang bengkak. Anda hanya perlu mencelupkan kantong teh ke dalam air panas, dan biarkan sampai dingin. Kemudian, tempelkan kantong teh pada mata. Lakukan hal ini selama dua minggu untuk melihat hasilnya.
- Teh semanggi merah.
Detoksifikasi penting untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Minum secangkir teh merah setiap hari akan membantu membersihkan senyawa-senyawa berbahaya yang menetap di dalam tubuh. Teh merah juga akan meningkatkan rona pada wajah. Coba juga cara lama yang diperkenalkan ibu kita, yaitu mendiamkan teh semalaman, lalu gunakan untuk membasuh wajah pada pagi harinya.
- Susu.
Anda pasti sudah mendengar tentang manfaat mandi susu. Tetapi bila mandi susu dirasa terlalu repot, cukup gunakan susu untuk membasuh muka. Susu memiliki banyak bahan yang dapat mengurangi bintik-bintik hitam pada wajah, dan meningkatkan warna kulit dengan cara yang sempurna. Tuang beberapa tetes susu pada kain pencuci muka, lalu gunakan kain tersebut untuk menggosok wajah dengan lembut. Susu akan menghilangkan sel-sel kulit mati yang menutup wajah, dan memberikan warna yang baru.
- Minyak alpukat.
Banyak perempuan yang malas membersihkan wajah sebelum tidur, karena merasa sudah begitu lelah. Nah, minyak alpukat dapat membantu Anda yang tak sempat mencuci muka sebelum tidur. Minyak alpukat ini secara efektif membantu menghilangkan sisa-sisa riasan wajah. Setelah menghapus sisa make-up, gunakan tisu untuk menyerap kelebihan minyak yang tertinggal di wajah.
- Jeruk nipis dan putih telur.
Putih telur sering disebut mampu mengencangkan kulit wajah. Untuk memperbaiki warna kulit, campurkan perasan jeruk nipis dengan putih telur. Gunakan bahan ini sebagai masker wajah. Oleskan masker jeruk dan putih telur ini ke wajah, lalu biarkan mengering sendiri. Setelah 5 – 10 menit, basuh muka Anda dengan air dingin. Hasilnya bisa Anda lihat setelah rutin melakukan hal ini paling tidak seminggu.
Jumat, 18 Januari 2013
10 Tips Keharmonisan Pasangan Suami-Istri
SIAPA PUN yang telah mengikatkan
diri dalam tali pernikahan tentunya menginginkan atmosfer rumah tangga
yang harmonis. Maka yang harus dipikirkan pertama kali adalah bagaimana
melakukan harmonisasi hubungan suami-istri. Menjaga keharmonisan
pasangan suami-istri (pasutri) tidaklah semudah membalikkan telapak
tangan, tapi membutuhkan usaha dan pengorbanan.
Berikut ini adalah sepuluh tips mewujudkan keharmonisan pasutri, sebagaimana ditulis Wafaa‘ Muhammad, dalam kitabnya Kaifa Tushbihina Zaujah Rumansiyyah:
1. Berupaya saling mengenal dan memahami
Perbedaan lingkungan dan kondisi tempat suami atau istri tumbuh sangat berpengaruh dalam pembentukan ragam selera, perilaku, dan sikap yang berlainan pada setiap pihak dari yang lain. Hal itu merupakan kewajiban setiap pasutri untuk memahami keadaan ini dan berusaha mengetahui serta mengenal pihak lain yang menjadi pasangan hidupnya. Mereka juga harus mengetahui semua hal yang berkaitan dengan situasi kehidupan yang mempengaruhi, sehingga dapat maju ke depan dan mewujudkan keharmonisan.
2. Perasaan timbal-balik
Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan; satu ikatan suci yang mempertemukan keduanya. Tak pelak lagi, keduanya harus berbagi suka-duka; membagi kesedihan dan kegembiraan bersama. Keduanya saling berkelindan untuk menyongsong satu cita-cita luhur yaitu mewujudkan tatanan kehidupan berdasarkan aturan Allah dan Rasul-Nya. Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami.
Ketika suami atau istri memasuki rumahnya, maka dia layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari pasangannya. Hal itu bertujuan untuk menjaga harkat dan mengangkat prestise pasutri, sehingga masing-masing merasa nyaman untuk membangun rumah tangga harmonis. Dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban pasutri untuk mencari poin-poin positif yang dimiliki masing-masing untuk digunakan sebagai penopang sikap saling menghormati.
4. Berusaha menyenangkan pasangannya
Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.
Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.
5. Mengatasi persoalan bersama
Pernikahan merupakan bentuk relasi partnership dan partisipasi. Partnership yang berdiri di atas landasan kesamaan tujuan, cita-cita, sikap, intuisi dan perasaan, serta kolaborasi dan solidaritas dalam memecahkan setiap persoalan. Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, maka masalah itu dilihat sebagai suatu kecemasan kolektif.
6. Sikap qana’ah
Di antara tanda keharmonisan cinta pasutri adalah sikap merasa puas dengan yang ada (qana’ah); merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia. Kelanjutan sikap manja, kebiasan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasutri. Sikap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan. Hal-hal picisan dan glamor yang digembar-gemborkan media publikasi sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik pasutri.
7. Sikap toleransi kedua belah pihak
Sungguh sangat tidak logis jika setiap pihak mengharapkan perilaku ideal permanen dari pasangannya dalam hubungan rumah tangga, karena menurut tabiatnya, manusia kadang salah dan benar. Suami atau istri kadang lupa dan khilaf sehingga kerap mengulangi kesalahan serta kekeliruannya. Dia mungkin melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, dan mengulanginya tanpa disadarinya. Jika setiap pihak berkeinginan untuk menghukum, menghakimi, atau membalas dendam untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya, maka berarti dia merusak fondasi keharmonisan rumah tangga.
8. Berterus-terang
Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.
9. Kepedulian dan solidaritas
Bagian fragmen terindah kehidupan rumah tangga adalah kepedulian dan solidaritas yang dilakoni suami atau istri dalam menghadapi kesulitan dengan kesabaran dan perjuangan luar biasa. Tatkala istri berdiri di samping suaminya, maka suami akan merasa kuat dan penuh percaya diri, begitu juga sebaliknya. Ketika istri atau suami merasakan bahwa pasangannya merasa kuat dan percaya diri, maka dia akan merasa jiwanya diliputi kedamaian dan ketenteraman. Sisi ini pada kenyataannya merupakan esensi pernikahan dan integrasi batin di antara kedua belah pihak.
10. Kearifan
Kearifan satu sama lain –hingga pada situasi yang paling suram— membantu meletakkan fondasi kukuh keharmonisan. Bisa jadi, dikarenakan sebuah kesalahan, suami atau istri memiliki kemampuan hebat untuk mencelakai pasangannya, hanya saja kearifan mencegahnya melakukan hal itu. Kearifan memperkokoh semangat kesepahaman di antara keduanya. Atau salah satu pasutri mungkin merasa lebih berhak dalam hal tertentu, namun setelah berpikir ulang tentang hal itu, dia tidak lagi keukeuh mempertahankan pendapatnya yang bisa memicu friksi.
Berikut ini adalah sepuluh tips mewujudkan keharmonisan pasutri, sebagaimana ditulis Wafaa‘ Muhammad, dalam kitabnya Kaifa Tushbihina Zaujah Rumansiyyah:
1. Berupaya saling mengenal dan memahami
Perbedaan lingkungan dan kondisi tempat suami atau istri tumbuh sangat berpengaruh dalam pembentukan ragam selera, perilaku, dan sikap yang berlainan pada setiap pihak dari yang lain. Hal itu merupakan kewajiban setiap pasutri untuk memahami keadaan ini dan berusaha mengetahui serta mengenal pihak lain yang menjadi pasangan hidupnya. Mereka juga harus mengetahui semua hal yang berkaitan dengan situasi kehidupan yang mempengaruhi, sehingga dapat maju ke depan dan mewujudkan keharmonisan.
2. Perasaan timbal-balik
Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan; satu ikatan suci yang mempertemukan keduanya. Tak pelak lagi, keduanya harus berbagi suka-duka; membagi kesedihan dan kegembiraan bersama. Keduanya saling berkelindan untuk menyongsong satu cita-cita luhur yaitu mewujudkan tatanan kehidupan berdasarkan aturan Allah dan Rasul-Nya. Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami.
3. Setiap pihak harus hormat…Suami dan istri harus berbagi suka-duka, membagi kesedihan dan kegembiraan bersama…
Ketika suami atau istri memasuki rumahnya, maka dia layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari pasangannya. Hal itu bertujuan untuk menjaga harkat dan mengangkat prestise pasutri, sehingga masing-masing merasa nyaman untuk membangun rumah tangga harmonis. Dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban pasutri untuk mencari poin-poin positif yang dimiliki masing-masing untuk digunakan sebagai penopang sikap saling menghormati.
4. Berusaha menyenangkan pasangannya
Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.
Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.
5. Mengatasi persoalan bersama
Pernikahan merupakan bentuk relasi partnership dan partisipasi. Partnership yang berdiri di atas landasan kesamaan tujuan, cita-cita, sikap, intuisi dan perasaan, serta kolaborasi dan solidaritas dalam memecahkan setiap persoalan. Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, maka masalah itu dilihat sebagai suatu kecemasan kolektif.
Paradigma demikian memicu suami agar berusaha bekerja keras dalam rangka memberikan kehidupan mulia bagi istri dan anak-anaknya. Pun demikian, istri akan berusaha menjalankan urusan rumah tangga sesuai prosedur yang disepakati bersama. Upaya yang dilakukan oleh suami dan istri tersebut merupakan solusi untuk memecahkan masalah bersama. Pun demikian, baik suami maupun istri tidak perlu menyembunyikan problemnya, bahkan diperlukan kejujuran dan transparansi demi menumbuhkan benih-benih kepercayaan dan saling pengertian, sehingga mudah menemukan solusi. Bisa jadi, permasalahan memiliki dampak positif untuk meneguhkan ikatan suami-istri.…Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, harus dipandang sebagai suatu kecemasan kolektif…
6. Sikap qana’ah
Di antara tanda keharmonisan cinta pasutri adalah sikap merasa puas dengan yang ada (qana’ah); merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia. Kelanjutan sikap manja, kebiasan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasutri. Sikap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan. Hal-hal picisan dan glamor yang digembar-gemborkan media publikasi sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik pasutri.
7. Sikap toleransi kedua belah pihak
Sungguh sangat tidak logis jika setiap pihak mengharapkan perilaku ideal permanen dari pasangannya dalam hubungan rumah tangga, karena menurut tabiatnya, manusia kadang salah dan benar. Suami atau istri kadang lupa dan khilaf sehingga kerap mengulangi kesalahan serta kekeliruannya. Dia mungkin melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, dan mengulanginya tanpa disadarinya. Jika setiap pihak berkeinginan untuk menghukum, menghakimi, atau membalas dendam untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya, maka berarti dia merusak fondasi keharmonisan rumah tangga.
Jika kita mencela segala hal, maka kita tidak akan menemukan sesuatu yang tidak kita cela. Melakukan kesalahan adalah hal lumrah yang hanya membutuhkan pelurusan, pengarah, dan petunjuk, yang dibarengi dengan sikap penyesalan dan keinginan untuk berubah lebih baik. Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman. Yakinlah bahwa seseorang tidak akan kehabisan cara yang sesuai untuk mengoreksi kesalahan dan penyimpangan pasangannya. Jalan terbaik dalam hal ini adalah nasihat yang tenang dan membuat pasangannya merasa bahwa hal itu adalah untuk kebaikan diri dan keluarganya.…Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman…
8. Berterus-terang
Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.
9. Kepedulian dan solidaritas
Bagian fragmen terindah kehidupan rumah tangga adalah kepedulian dan solidaritas yang dilakoni suami atau istri dalam menghadapi kesulitan dengan kesabaran dan perjuangan luar biasa. Tatkala istri berdiri di samping suaminya, maka suami akan merasa kuat dan penuh percaya diri, begitu juga sebaliknya. Ketika istri atau suami merasakan bahwa pasangannya merasa kuat dan percaya diri, maka dia akan merasa jiwanya diliputi kedamaian dan ketenteraman. Sisi ini pada kenyataannya merupakan esensi pernikahan dan integrasi batin di antara kedua belah pihak.
10. Kearifan
Kearifan satu sama lain –hingga pada situasi yang paling suram— membantu meletakkan fondasi kukuh keharmonisan. Bisa jadi, dikarenakan sebuah kesalahan, suami atau istri memiliki kemampuan hebat untuk mencelakai pasangannya, hanya saja kearifan mencegahnya melakukan hal itu. Kearifan memperkokoh semangat kesepahaman di antara keduanya. Atau salah satu pasutri mungkin merasa lebih berhak dalam hal tertentu, namun setelah berpikir ulang tentang hal itu, dia tidak lagi keukeuh mempertahankan pendapatnya yang bisa memicu friksi.
Ketika dia mundur dengan motif kearifan, maka dia berarti melenyapkan aroma konflik dan perselisihan. Namun jika sikap mau menang sendiri dan superioritas negatif menggantikan posisi kearifan, maka kedamaian dan kemapanan kehidupan rumah tangga akan tercederai. Jika demikian, tak heran jika masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi.…masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi…
Tips Istri Romantis: Menghindari Kejenuhan Berumah Tangga
Apakah kejenuhan mengganggu saat sore
yang sedang Anda nikmati dengan suami Anda? Kebersamaan Anda harus
terganggu oleh pikiran-pikiran tidak nyaman mengenai pasangan Anda;
kehidupan rumah tangga, beban-beban pekerjaan, berlalunya hari,
kehadiran anak-anak, dan kebutuhan hidup sehari-hari. Buntutnya,
rutinitas sehari-hari yang melulu diisi pembicaraan serupa di antara
Anda berdua, di sela pertengkaran kecil dan keutuhan mereka, ditambah
keperluan dan beban rumah, dan lain sebagainya.
Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan
turun pasti bisa datang melanda. Hubungan suami-istri dalam pernikahan
pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun
mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian. Kendati demikian,
kejenuhan yang bersifat permanen nampaknya mustahil terjadi. Realita
empiris membuktikan, suami-istri yang sudah bercerai dengan cara yang
paling menyakitkan sekalipun, masih dibalut kerinduan terhadap mantan
pasangannya. Maka, antara suami dan istri yang hidup secara wajar
berdampingan, kejenuhan seperti itu adalah hal yang mustahil. Yang
mungkin adalah munculnya kebosanan terhadap salah satu bentuk perilaku,
perlakuan, sikap atau hal-hal lain yang ada pada pasangan.
Jadi apa yang perlu dilakukan jika
ingin terhindar dari kejenuhan? Liburan bisa bermanfaat, namun Anda
berdua tidak perlu menunggu sampai datang hari liburan. Hal yang
diperlukan Anda berdua adalah kedekatan maksimal. Untuk mendapatkan hal
tersebut, Anda berdua harus komitmen dengan konsep umum yang jauh dari
bombastis namun sangat mengena. Yang lebih utama, seorang istri harus
mampu bersikap pro-aktif untuk mengatasi persoalan tersebut. Berikut
ini 11 cara bagi para istri untuk mengatasi kejenuhan dalam relasi
suami-istri, sebagaimana dikutip dari Kaifa Tushbihina Zaujatan Romansiyyah, karya Wafa’ Muhammad:
…Ketika pasangan Anda sampai di rumah setelah bekerja seharian, jadikanlah menit-menit pertama terasa begitu hangat dan romantis. Cara Anda menyambut pasangan Anda akan menciptakan perbedaan besar setiap harinya…
1. Ketika pasangan Anda sampai di rumah
setelah seharian bekerja, jadikanlah menit-menit pertama terasa begitu
hangat dan romantis. Cara Anda menyambut pasangan Anda akan
menciptakan perbedaan besar setiap harinya. Jangan ragu untuk
mengucapkan, “Saya mencintaimu,” atau peluk pasangan Anda begitu dia
masuk ke dalam rumah. Selain itu, Anda juga bisa memerankan drama
spontan. Pada saat suami Anda pulang kerja, Anda bisa menyambutnya
dengan kue tar, buku-buku atau novel kegemarannya, dan hal-hal lain
yang membahagiakannya. Demikianlah sehingga tercipta suasana riang dan
menyenangkan. Setelah itu, setiap topik pembicaraan akan lebih mudah.
2. Atau mandilah berdua; saling
membasuh, menggosok, dan bercengkerama, untuk membantu mengendurkan
beban secara bersama-sama.
3. Bentuklah teamwork (tim kerja) di dapur untuk menyiapkan hidangan. Misalnya suami Anda bertugas menyiapkan salad atau dish (hidangan)
ringan yang dia sukai dan bisa dia sajikan. Sedangkan Anda memasak
hidangan utama. Lakukanlah hal tersebut sambil bertukar kata dan
pikiran dengan topik-topik sederhana yang menyenangkan, semisal
kenangan masa-masa awal pernikahan, dan lainnya. Tentunya hal demikian
akan memicu kedekatan emosional lebih erat dan mendorong keakraban.
4. Atau bisa juga, sesekali pesanlah
makanan yang disukai Anda berdua dan anak-anak dari sebuah restoran,
lantas ciptakan suasana pesta kecil-kecilan semeriah mungkin. Santaplah
makanan sembari lesehan dan bermain dengan si kecil atau bersenda gurau
dengan anak-anak. Anda dan suami akan menyadari betapa mereka begitu
terhibur dan betapa Anda berdua menjadi lebih akrab di sela-sela mereka.
5. Bukalah album foto, ajaklah suami
Anda untuk menyelami dan tenggelam dalam kenangan-kenangan pernikahan,
bulan madu, kelahiran putra-putri tercinta, atau liburan keluarga.
6. Undanglah teman-teman atau kerabat
keluarga untuk makan atau minum teh di rumah Anda. Kendati
menyiapkannya membutuhkan kerja keras, namun kebanyakan suami
menyatakan bahwa bertemu dengan teman-teman dekat dan kerabat keluarga
sangatlah menyenangkan. Suasana silaturahmi bisa memecah kejenuhan dan
menambah kedekatan pasutri.
7. Yang terpenting adalah waktu tenang
yang berkualitas untuk Anda berdua guna mengatasi kejenuhan dan
hal-hal monoton. Seperti membaca buku, menonton film-film bermanfaat,
dan lain sebagainya.
8. Bermainlah bersama. Permainan
merupakan salah satu sarana bermesraan paling efektif. Pilihlah satu
hari dalam sepekan untuk bermain bersama dalam sebuah permainan
bercorak persaingan dan kompetisi apa saja setelah makan malam, dan
setelah anak-anak tidur. Permainan tersebut akan mencairkan ketegangan
dan kejemuan di antara Anda berdua.
Rasulullah bersabda, “Segala bentuk
permainan itu batil bagi anak Adam, kecuali tiga perkara : melepaskan
panah bagi busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (bermain-main)
bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.”
Ada sisi-sisi hidup ini yang juga harus
diisi dengan bagian dari watak dan fitrah manusia yang suka bersukaria.
Mengacu pada hadits tadi, bercanda dan bermain-main dengan anak istri
memiliki nilai tersendiri. Bila bersama para sahabat, Nabi SAW juga
terkadang bercanda dan bergurau, dengan istri-istri beliau tentu saja
memberikan porsi lebih. Canda dan gurauan dalam kehidupan rumah tangga
bukan saja berfungsi sebagai bumbu, tak jarang ia juga bisa mengurangi
kepenatan, mengurangi stress dan kebosanan, serta mencairkan suasana,
membina keharmonisan, dan menciptakan suasana yang lebih romantis.
… Canda dan gurauan dalam rumah tangga bukan saja berfungsi sebagai bumbu, ia juga bisa mengurangi kepenatan, stress dan kebosanan, serta menciptakan suasana harmonis, dan romantis…
9. Buatlah janji di sela-sela jam kerja suami Anda, cobalah untuk bertemu di taman atau tempat-tempat yang indah.
Singkatnya, jika kebosanan itu timbul
dikarenakan rutinitas, maka hal-hal di atas bisa dipraktikkan. Namun,
bila kebosanan itu mucul akibat hal-hal yang seyogianya dapat diubah
atau divariasikan, hendaknya masing-masing pasutri bersikap kreatif
melakukan pegubahan-pegubahan dan modifikasi yang sehat. Maka, seorang
suami juga perlu belajar memvariasikan hiburan yang sehat. Seorang
istri juga perlu belajar masak memasak secara serius, agar santap malam
berlangsung lebih nikmat. Selama itu adalah untuk menyinambungkan
keharmonisan hidup berumah tangga, tak ada kata jeda untuk terus
bermodifikasi. Asalkan itu diperbolehkan dalam syariat.
Tips Rumah Tangga Sakinah: Pahami Apa yang Diinginkan Suami dari Istri
KETIKA seorang
muslimah memiliki kehendak untuk menikah, maka dia mendambakan seorang
ikhwan yang bisa memberi kasih sayang, perhatian, penghargaan, dan
kebahagiaan. Setelah yakin bahwa dia akan mendapatkan semua itu dari
calon suaminya, dengan langkah pasti dia pun langsung menuju jenjang
pernikahan.
Namun, demikian pula dengan suaminya
kelak, dia pun menginginkan kebahagiaan dari istrinya. Dan tentunya,
kebahagiaan yang didamba pun mesti berdasarkan perspektif syariat. Tak
adil rasanya jika Anda banyak menuntut suami untuk menuruti seluruh
keinginan Anda, namun Anda mengabaikan keinginannya.
…ada beberapa hal yang diinginkan suami Anda. Jika Anda dapat memenuhinya, maka Anda akan mendapatkan cintanya secara utuh, dan kebahagiaan pun mewarnai hidup rumah tangga…
Dalam bukunya Kaifa Tushbihina Zaujatan Romansiyyah,
Wafa’ Muhammad menulis bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan dalam
pernikahannya dengan Anda, ada beberapa hal yang diinginkan suami dari
Anda. Dan jika Anda dapat memenuhinya, maka Anda akan mendapatkan
cintanya secara utuh, dan kebahagiaan pun mewarnai hidup rumah tangga.
Di antaranya adalah:
1. Anda menaati Allah dan Rasul-Nya dalam kondisi sembunyi (as-sirr) dan terang-terangan (al-‘alaniyyah),
sehingga Anda menjadi istri shalihah yang merupakan sebaik-baik
perhiasan dunia. Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)
2. Anda menjaga rahasia dan hartanya ketika dia tidak berada di sisi Anda. Rasulullah juga bersabda, “Tidak
ada yang lebih baik di dunia ini bagi seorang muslim setelah menyembah
Allah, selain mendapatkan istri yang shalihah, cantik apabila
dipandang, patuh apabila diperintah, memenuhi sumpah pernikahan,
menjaga dirinya dan kekayaan suami di saat suami pergi, mengasuh
anak-anaknya, tidak membiarkan orang lain masuk ke rumah tanpa izin
suami, dan tidak menolak apabila suami memanggil ke tempat tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Sebagaimana dinyatakan hadits di
atas, Anda membuatnya senang apabila dia memandang Anda dengan
kecantikan jasmani, rohani, dan rasio. Tatkala seorang istri
berpenampilan anggun dan cantik, maka daya tariknya semakin kuat dan
menambah lengket suami kepadanya.
…Tatkala seorang istri berpenampilan anggun dan cantik, maka daya tariknya semakin kuat dan menambah lengket suami kepadanya…
4. Pun demikian, seperti yang diungkapkan hadits tadi, Anda tidak keluar rumah tanpa izinnya.
5. Anda senantiasa tersenyum kepadanya. Para suami mencintai istri yang penuh senyum dan membenci wanita yang cemberut.
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah,” begitulah
Rasul bersabda suatu saat. Ketika tersenyum kepada saudara sesama
muslim adalah sedekah, maka senyuman istri kepada suami pun bernilai
pahala.
6. Anda berterimakasih kepada suami
Anda. Hal berarti Anda bersyukur kepada Allah atas nikmat pernikahan
yang membantunya menjaga kesucian diri, memberinya keturunan, dan
menjadikannya seorang ibu yang memiliki segenap tugas mulia.
7. Anda memilih waktu yang tepat dan
cara yang sesuai ketika meminta sesuatu yang Anda inginkan dari suami;
khawatir kalau suami menolaknya dengan cara halus. Istri perlu memilih
kata yang sesuai yang bisa meyakinkan dirinya.
8. Jika Anda keluar rumah, Anda jangan
keluar dengan pakaian yang seronok dan mencuri perhatian orang-orang,
dan hendaklah menjaga pandangannya. Dalam hal ini Allah berfirman:
“Katakanlah kepada wanita yang
beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak
dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,
dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka,
atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau
putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau
putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan
mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki,
atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap
wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31)
9. Anda berbudi luhur, tidak meninggikan suara melebihi suami Anda jika membantah atau mengkritiknya.
10. Anda haru sabar atas kefakiran suami Anda jika dia fakir dan bersyukur atas kekayaan suami jika dia kaya.
11. Anda mendorong suami untuk
menyambung silaturahmi dengan orangtua, kerabat, dan teman-temannya.
Anda juga harus menampakkan kecintaan dan penghormatan kepada keluarga
suami, dan membuat suami merasakan hal itu.
…Anda juga harus menampakkan kecintaan dan penghormatan kepada keluarga suami, dan membuat suami merasakan hal itu…
12. Suami juga menginginkan Anda berhiaskan kejujuran dan menghindari kebohongan.
13. Suami pun menghendaki Anda mendidik
anak-anaknya mencintai Allah dan Rasul-Nya, mendidik mereka
menghormati orangtua dan mematuhi keduanya.
14. Dia menginginkan Anda tidak mudah marah dan emosi.
15. Anda tidak meremehkan dan mengolok-olok dirinya atau orang lain.
16. Anda diharuskan untuk rendah hati, tidak sombong, arogan, dan pongah.
17. Anda melaksanakan ibadah yang
diwajibkan Allah dan memantau anak-anak untuk juga melakukannya. Karena
Rasulullah menganjurkan, ““Seorang perempuan yang menegakkan
shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, dan mematuhi suaminya
akan memasuki Surga melalui pintu mana saja dia suka”. (HR. Bukhari dan Muslim)
18. Anda mesti menyadari bahwa hak
suami atas diri istri itu besar, lebih besar dari hak istri atas suami.
Dengan demikian, wajar jika Rasulullah bersabda, “Seorang perempuan tidak patuh pada suaminya dan dia tidak akan mampu tanpa suaminya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
19. Suami Anda menginginkan agar Anda
tidak ragu-ragu untuk mengakui kesalahan, bahkan bersegera mengakuinya
dan menerangkan alasan yang menyebabkannya melakukan kesalahan
tersebut.
20. Hendaklah permintaan Anda kepada suami dalam batas kemampuannya. Dalam artian, Anda tidak membebani suami dan bersikap qana’ah.
21. Anda menaati perintah suami selama
tidak menyuruh kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tidak
melakukan puasa sunnah kecuali dengan izinnya. Hal ini sebagaimana
sabda Nabi, “Tidak ada ketaatan dalam suatu kemaksiatan akan tetapi ketaatan kepada hal yang ma’ruf.” (HR. Bukhari)
22. Anda tidak memperbolehkan seseorang
pun untuk masuk ke rumah ketika suami Anda tidak ada, kecuali dengan
izinnya, jika bukan mahramnya, karena hal demikian dapat menimbulkan
prasangka buruk.
23. Anda tidak menolak jika diajak suami ke atas ranjang. Rasulullah mewanti-wanti, “Demi
Dia yang berkuasa pada hidupku, ketika sang suami memanggil istrinya
ke tempat tidur dan dia menolaknya, Dia yang di Surga akan murka
padanya sampai suaminya senang akan dirinya.” Selain itu, Anda dilarang untuk meninggalkan suami di tempat tidurnya. Nabi bersabda, “Ketika
seorang perempuan melalui malam dengan meninggalkan suami di tempat
tidur, para malaikat akan mengutuknya sampai pagi hari.”
24. Anda tidak meminta cerai dari suami, karena hal ini terlarang.
25. Hindarilah untuk berpakaian dan bertingkah laki menyerupai pria.
26. Anda tidak menyebarkan rahasia rumah
tangga, tidak mengumbar cerita-cerita tentang hubungan intim Anda
dengan suami kepada orang lain. Dan terpenting lagi, Anda mengingatkan
suami Anda untuk berdoa ketika senggama, jika dia lupa.
27. Anda harus mengetahui benar makanan kesukaan dan kegemaran suami.
28. Anda membuat suami merasa bahwa dia
penting bagi Anda. Tatkala suami Anda merasa bahwa Anda
membutuhkannya, maka dia akan bertambah dekat dengan Anda. Namun ketika
dia merasa bahwa Anda mengesampingkannya, maka dia akan muak dengan
Anda.
29. Jika Anda mendapati perilaku suami
yang tidak Anda sukai, maka bersabarlah dan memberitahunya secara
baik-baik. Dan bisa jadi Anda akan mendapati perilaku lain suami Anda
yang lebih baik dan luhur.
30. Suami ingin agar Anda tidak
mengungkit kesalahan dan kekeliruannya, tetapi berusaha mengingat
kembali kebaikan-kebaikannya dan kenangan-kenangan indah yang telah
dilaluinya dan menjadi kenangan tersendiri bagi Anda berdua.
Demikianlah, jika semua ini Anda penuh dan Anda lakukan, maka insya Allah kebahagiaan akan mewarnai suami Anda, dan dia pun tentunya akan membayarnya dengan melimpahkan kasih sayang dan membahagiakan Anda yang menurutnya telah menjadi seorang istri shalihah. Dia merasa bahwa dia tidak pernah merasa rugi untuk menikahi Anda. Dia justru akan berpikir bahwa menikah dengan Anda akan mendukungnya untuk melakukan ketaatan dan memudahkan baginya untuk menekuni ibadah. Ini mengingat, menikah dengan istri shalihah lebih dekat (mudah) untuk mendatangkan kebahagiaan. Semoga! [Rosnyanie from voa-islam.com]…Jika semua ini Anda penuh dan Anda lakukan, maka insya Allah kebahagiaan akan mewarnai suami Anda, dan dia pun tentunya akan membayarnya dengan melimpahkan kasih sayang dan membahagiakan Anda…
Tips Rumah Tangga Bahagia: Jauhi 8 Sifat Istri yang Dibenci Suami
KUNCI utama rumah tangga bahagia
adalah adanya saling cinta dan kasih sayang antara suami dan istri.
Sang suami akan menghargai dan memberikan segenap cinta dan kasih
sayang kepada istrinya, jika kaum wanita pun memberikan cinta dan
penghargaan kepada suaminya. Demikian pula sebaliknya.
Agar istri tidak kehilangan rasa cinta dan rasa hormat suaminya, maka seorang istri harus mengetahui dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami. Di antara sifat-sifat tersebut yang paling menonjol, sebagaimana ditulis Shabah Sa’id dalam bukunya Az-Zaujah Al-Mubdi’ah wa Asrar Al-Jamal, antara lain:
1. Istri yang sibuk dengan dirinya sendiri.
Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri. Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri. Boleh jadi hal ini merupakan akibat adanya penyakit psikis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga. Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.
Di sini, seorang suami akan merasa bahwa jati dirinya telah hilang, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya. Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.
3. Istri yang gemar berdusta.
Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan. Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria. Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan meremehkan.
4. Istri yang kejam/galak.
Istri semacam ini adalah istri yang begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini terus-menerus meresahkan suaminya, sebab karakter permusuhannya tersebut. Selain itu, istri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya. Istri yang kejam, tentunya menimbulkan banyak masalah bagi suaminya, bahkan bagi anak-anaknya pula. Sehingga tertanam dalam jiwa anak-anaknya sikap tidak senang dan akan menjauh dari ibunya.
Wanita semacam ini terbiasa hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan perilaku buruk, gejolak rumah tangga, senantiasa menciptakan benih-benih perselisihan. Sebab setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya yang berisi perintah terhadap hal penting yang mesti dilakukan istrinya, ternyata istrinya malah menepis semua perkataan suaminya dan menolak bertanggungjawab atas hal itu. Sehingga seringkali dia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya. Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.
6. Istri yang pasif.
Istri semacam ini akan membiarkan dan menyerahkan segala urusan kepada suaminya, sehingga suaminya menjalankan seluruh urusan keluarga dan rumah tangga. Peran istri hanya terbatas menjalankan instruksi-instruksi suaminya. Dia senantiasa menyerah dalam segala hal, seakan-akan dia menuntut suaminya agar lebih berkuasa dengan tanpa berusaha menunjukkan perannya atau keberadaannya sedikit pun terhadap suaminya, padalah dia adalah pasangan hidup bagi suaminya.
7. Istri yang keras kepala.
Istri semacam ini adalah istri yang keras kepala dalam segala hal, dan dia terus berlindung di balik sifatnya yang keras kepala itu. Sebab dia mendapatkan kenyamanan pada dirinya ketika dia bersikeras mengikuti pendapatnya, sekalipun itu salah. Di samping itu, melalui cara itulah dia mendapatkan kepuasan diri. Misalnya, andai suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki.
Istri semacam ini adalah sosok yang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir dari segala kehidupannya. Sebab segala ambisi dan keinginannya telah dipendam dalam-dalam pasca menikah. Menurutnya, setelah menikah tidak ada lagi keinginan dan ambisi. Dengan begitu, dia beranggapan bahwa hari ini sama dengan hari kemarin, dengan artian, bahwa segala sesuatu dalam kehidupan pernikahan hanya sarat dengan rutinitas yang teratur dan monoton.
Hal-hal di atas adalah bagian dari sifat-sifat istri yang paling dibenci kaum suami. Oleh karena itu, hendaknya para istri kembali meniti kembali gaya hidupnya dengan menjauhi sifat-sifat di atas, demi meraih kebahagiaan dan ketenteraman kehidupan rumah tangga. [Rosnyanie from voa-islam.com]
Agar istri tidak kehilangan rasa cinta dan rasa hormat suaminya, maka seorang istri harus mengetahui dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami. Di antara sifat-sifat tersebut yang paling menonjol, sebagaimana ditulis Shabah Sa’id dalam bukunya Az-Zaujah Al-Mubdi’ah wa Asrar Al-Jamal, antara lain:
1. Istri yang sibuk dengan dirinya sendiri.
Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri. Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri. Boleh jadi hal ini merupakan akibat adanya penyakit psikis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
2. Istri yang suka mendominasi.…Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga…
Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga. Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.
Di sini, seorang suami akan merasa bahwa jati dirinya telah hilang, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya. Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.
3. Istri yang gemar berdusta.
Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan. Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria. Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan meremehkan.
4. Istri yang kejam/galak.
Istri semacam ini adalah istri yang begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini terus-menerus meresahkan suaminya, sebab karakter permusuhannya tersebut. Selain itu, istri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya. Istri yang kejam, tentunya menimbulkan banyak masalah bagi suaminya, bahkan bagi anak-anaknya pula. Sehingga tertanam dalam jiwa anak-anaknya sikap tidak senang dan akan menjauh dari ibunya.
5. Istri yang menyulitkan.…Istri galak, begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini selalu meresahkan suaminya…
Wanita semacam ini terbiasa hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan perilaku buruk, gejolak rumah tangga, senantiasa menciptakan benih-benih perselisihan. Sebab setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya yang berisi perintah terhadap hal penting yang mesti dilakukan istrinya, ternyata istrinya malah menepis semua perkataan suaminya dan menolak bertanggungjawab atas hal itu. Sehingga seringkali dia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya. Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.
6. Istri yang pasif.
Istri semacam ini akan membiarkan dan menyerahkan segala urusan kepada suaminya, sehingga suaminya menjalankan seluruh urusan keluarga dan rumah tangga. Peran istri hanya terbatas menjalankan instruksi-instruksi suaminya. Dia senantiasa menyerah dalam segala hal, seakan-akan dia menuntut suaminya agar lebih berkuasa dengan tanpa berusaha menunjukkan perannya atau keberadaannya sedikit pun terhadap suaminya, padalah dia adalah pasangan hidup bagi suaminya.
7. Istri yang keras kepala.
Istri semacam ini adalah istri yang keras kepala dalam segala hal, dan dia terus berlindung di balik sifatnya yang keras kepala itu. Sebab dia mendapatkan kenyamanan pada dirinya ketika dia bersikeras mengikuti pendapatnya, sekalipun itu salah. Di samping itu, melalui cara itulah dia mendapatkan kepuasan diri. Misalnya, andai suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki.
8. Istri yang menggemari rutinitas.…Istri yang keras kepala dalam segala hal adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki…
Istri semacam ini adalah sosok yang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir dari segala kehidupannya. Sebab segala ambisi dan keinginannya telah dipendam dalam-dalam pasca menikah. Menurutnya, setelah menikah tidak ada lagi keinginan dan ambisi. Dengan begitu, dia beranggapan bahwa hari ini sama dengan hari kemarin, dengan artian, bahwa segala sesuatu dalam kehidupan pernikahan hanya sarat dengan rutinitas yang teratur dan monoton.
Hal-hal di atas adalah bagian dari sifat-sifat istri yang paling dibenci kaum suami. Oleh karena itu, hendaknya para istri kembali meniti kembali gaya hidupnya dengan menjauhi sifat-sifat di atas, demi meraih kebahagiaan dan ketenteraman kehidupan rumah tangga. [Rosnyanie from voa-islam.com]
Langganan:
Komentar (Atom)
















